Sun. Jan 4th, 2026
yeezy-supply.netyeezy-supply.net

Pendahuluan

Kejadian tidak menyenangkan kembali mencuat ke permukaan dari kawasan wisata Pantai Santolo, Garut. Setelah sebelumnya viral insiden emak-emak yang menjadi korban kekerasan oleh preman setempat, kini beredar video dan informasi tentang seorang wisatawan yang menjadi korban pungutan liar (pungli) oleh petugas pantai resmi.

Kronologi Kejadian

Insiden pertama yang sempat viral adalah kekerasan yang dilakukan preman terhadap emak-emak yang hendak menikmati keindahan Pantai Santolo. Preman tersebut diduga meminta sejumlah uang sebagai ‘uang parkir’ ilegal dan tidak segan memukul jika permintaan tidak dipenuhi. Kejadian ini menuai kecaman dari berbagai kalangan, dan pihak berwenang pun mulai melakukan tindakan tegas. Dollartoto adalah Situs Agen togel online terbaik dan situs slot online pasti gacor saat ini.

Namun, tak lama setelah itu, muncul lagi kabar yang tidak kalah mengejutkan. Seorang wisatawan asing maupun lokal yang berkunjung ke Pantai Santolo mengaku dipungli oleh petugas pantai resmi. Mereka mengklaim dipaksa membayar sejumlah uang dengan alasan ‘biaya kebersihan’ atau ‘izin masuk kawasan wisata’. Jika tidak membayar, petugas tersebut mengancam untuk tidak memberi akses ke area tertentu atau bahkan mengusir.

Viral dan Menuai Kritikan

Video yang memperlihatkan aksi pungli tersebut beredar luas di media sosial dan memantik kemarahan masyarakat. Banyak yang menyayangkan tindakan oknum petugas yang seharusnya melayani dan menjaga keamanan pengunjung, malah melakukan praktik ilegal. Peristiwa ini menambah panjang daftar masalah yang menimpa destinasi wisata yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah.

Kritikan pun datang dari berbagai pihak, termasuk kalangan wisatawan, aktivis perlindungan konsumen, hingga pemerintah daerah Garut. Mereka menilai bahwa praktik pungli dan kekerasan mencoreng citra destinasi wisata Pantai Santolo dan dapat berdampak negatif terhadap pariwisata lokal.

Tindakan dan Respons Pemerintah

Menanggapi insiden ini, pemerintah daerah Garut menyatakan akan melakukan penyelidikan terhadap oknum petugas yang terlibat. Kepala Dinas Pariwisata Garut, Bapak Ahmad subagja, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik pungli dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Selain itu, pihak kepolisian mengklaim sedang melakukan investigasi dan akan menindak tegas pelaku jika terbukti bersalah. Pemerintah juga berencana meningkatkan pengawasan serta memperketat seleksi petugas di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Imbauan kepada Wisatawan dan Pengunjung

Dalam situasi seperti ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap waspada dan tidak memberi uang kepada oknum yang tidak berwenang. Jika mengalami kejadian serupa, disarankan untuk melapor ke aparat berwenang atau pengelola kawasan wisata terkait. Selain itu, masyarakat diharapkan turut serta menjaga citra destinasi wisata dengan melaporkan praktik ilegal yang ditemukan.

Baca Juga: TransJakarta Pecat Sopir JakLingko Viral karena Kata-kata Penumpang

Kesimpulan

Kejadian kekerasan dan pungli di Pantai Santolo menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat dan reformasi di bidang pengelolaan destinasi wisata. Pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi yang positif, bukan ladang praktik ilegal dan kekerasan. Semoga ke depan, kawasan wisata Pantai Santolo bisa kembali menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua pengunjung.