Tue. May 28th, 2024
Ada Beberapa Obat Yang Berisiko Anemia AplastikAda Beberapa Obat Yang Berisiko Anemia Aplastik

Jakarta, Ada Beberapa Obat Yang Kamu Harus Waspadai Yang Berisiko Anemia Aplastik. Anemia aplastik ada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti obat-obatan yaitu, Obat Chloramphenicol, NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs), Sulfonamides, Antikonvulsan, Obat tiroid, Obat sitotoksik dan kemoterapi, Obat antiretroviral, Dan obat lainnya.

Dan untuk penyakit Anemia aplastik, belakangan ini sering disorot dikarenakan pasca Komika Babe Cabita meniggal dunia dengan riwayat penyakit tersebut. Dalam kondisi ini, menunjukkan seseorang mengalami jenis kelainan darah yang memicu terjadinya kegagalan sumsum tulang untuk mengahsilkan sel darah. Dalam arti, sumsum tulang tidak mampu lagi memproduksi salah satu atau sel darah. Teramsuk sel darah merah, sel darah putih, dan kondisi ini terbilang langka dan serius. Pemicu penyakit anemia aplastik, bisa di latarbelakangi beragam faktor dan salah satunya penggunaan obat dalam jangka waktu panjang ataupun kronis.

BACA JUGA : Status Gunung Anak Krakatau Saat Ini Turun ke Level Waspada

Apabila seseorang mengonsumsi obat dalam jangka waktu lama, sebaiknya ada bebrapa jenis obat yang kamu harus waspadai yaitu :

  1. Chloramphenicol, obat Antibiotik ini yang pernah umum di gunakan, akan tetapi pengguanaannya dibatasi dikarenakan resikonya sangat serius termasuk anemia aplastik.
  2. NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs), Obat-obatan anti-inflamasi nonsteroidi ini, seperti indomethacin atupun fenylbutazon, bisa juga berisiko menimbulkan anemia aplastik, meskipun untuk kasusnya jarang.
  3. Sulfonamides, kelompok obat antibiotik ini termasuk sulfasalazine dan trimethoprim-sulfamethoxazole, juga telah dikaitkan dengan penyakit anemia aplastik.
  4. Antikonvulsan, yang di gunakan untuk mengobati epilepsi, seperti carbamazepine dan phenytoin, bisa juga menyebabkan anemia aplastik.
  5. Tiroid, obat yang seperti propylthiouracil dan methimazole yang digunakan untuk mengobati hipertiroidisme.
  6. Sitotoksik dan kemoterapi, obat ini yang sering di gunakan dalam kemoterapi, seperti cyclophosphamide dan chlorambucil, memiliki risiko yang lebih tinggi menyebabkan penyakit anemia aplastik.
  7. antiretroviral, dan obat ini juga yang di gunakan untuk mengobati HIV / AIDS telah di laporkan karena menyebabkan anemia aplastik.
  8. Obat-obatan lain, yang kurang umum tetapi juga berpotensi menyebabkan penyakit anemia aplastik. Yaitu gold compounds, yang digunakan dalam pengobatan artritis reumatoid, dan obat antiplatelet seperti ticlopidine.