Tue. May 28th, 2024
Tertangkap Pengemudi Fortuner Arogan Yang Ngaku Adik JenderalTertangkap Pengemudi Fortuner Arogan Yang Ngaku Adik Jenderal

Jakarta, Tertangkap Pengemudi Fortuner Arogan Yang Ngaku Adik Jenderal. Tertangkap Pengemudi Fortuner Arogan, kini Jajaran Pusat Polisi Militer ( Puspom ) TNI yang bersama Polda Metro Jaya. Menangkap pengemudi mobil Toyota Fortuner arogan yang menggunakan plat dinas TNI bodong. Dan kabar penangkapan penegemudi Fortuner arogan ini, dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan ( Kapuspen ) TNI Mayjen Nugraha Gumilar. Akan tetapi, Nugraha enggan menjelaskan lebih rinci perihal penangakapan pria tersebut.

Disaat penangkapan pria yang mengaku adik seorang jenderal TNI, itu juga dikuatkan dengan postingan diakun Instagram @puspomtni. Didalam postingan tersebut, terlihat seorang pria yang mengenakan jaket warna hitam tengah diintrogasi oleh salah seorang prajurit TNI tersebut. Akan tetapi, Puspom TNI dalam upanya tersebut mengungkap identitas pria pengendara Toyota Fortuner.

BACA JUGA : Viral Praktik Kawin Kontrak, Yang Pikat Lelaki Kaya Di Cianjur

Dan yang sebelumnya terekam, dan menyebar luas dimedia sosial sedang terjadi keributan dengan pengendara lain di Jalan Tol jakarta-Cikampek km 56. Bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, kemudian dengan kemampuan juga peralatan yang dimiliki Polda Metro Jaya. Dengan jajaran Ditkrimum Polda Metro, berhasil menangkap dan mengamankan pelaku yang berinisal Ir. PWGA.

Didalam vidio viral tersebut, ada yang merekam tindakan arogan pria yang menaku adik dari seorang jendral TNI. Dikarenakan terlibat cekcok, dijalan dengan pengendara lainnya. Untuk pelakunya berhasil diamankan, pada kediamannya di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada selasa pada 16 april 2024. Dan pihak TNI tersebut, memastikan pria berbadan gempal itu bukanlah anggota TNI, melainkan sipil. Sementar itu, untuk motif daripada pelaku tersebut, nekat menggunakan pelat dinas TNI noreg 84337-00 bodong.Dikarenakan menghindari, peraturan lalu lintas ganjil genap di wilayah Jakarta.

Setelah di intrograsi, Pelaku kemudian mengaku berdinas di Markas Besar TNI. Untuk seperti yang tertulis, dalam plat nomor mobil yang di kendarainya. Bahkan, ia juga mengaku, sebagai keluarga jenderal yang bernama Tony Abraham.