Sun. Jul 14th, 2024
Kebakaran Gunung Lawu Sampai 14 Hari Belum Juga PadamKebakaran Gunung Lawu Sampai 14 Hari Belum Juga Padam

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Gunung Lawu sampai 14 hari, sudah semakin meluas sampai ke kawasan Gunung Lawu terpantau pada Minggu (01/10/2023).

Terhitung sekitar 14 hari setelah kebakaran tersebut terjadi di kawasan hutan Gunung Lawu pada Sabtu (30/10/2023). Terkait hal tersebut, pemerintah kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, mengambil tindakan untuk menetapkan Status Tanggap Darurat atas terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu yang terjadi.

Tindakan Pemkab Atas Bencana Tersebut

“Bupati Ngawi menetapkan Status Tanggap Darurat kejadian karhutla yang terjadi di Gunung Lawu. Dengan menerbitkan surat edaran selama 14 hari yang terhitung dari tanggal (30/10.2023) sampai 13 Oktober 2023,”Ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra di Ngawi, pada Senin ( 2/10/2023).

Menurut beliau, keputusan bupati ngawi untuk menetapkan status tersebut dikarenakan kondisi kebakaran yang terjadi belum padam sepenuhnya. Bahkan api masih saja terlihat sampai hari senin (2/10/2023) Siang. Kebakaran hutan tersebut sudah merambat sampai ke wilayah sekitar seperti Kabupaten Magetan dan Karanganyar, Jawa Tengah.

Kebakaran Gunung Lawu terjadi berawal dari wilayah Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Meskipun sebenarnya hutan di Gunung Lawu sudah bebrapa kali mengalami kebakaran dalam sebulan terakhir.

Diketahui ada beberapa penyebab yang memicu terjadinya kebakaran tersebut, seperti halnya lahan kering. Dan kebakaran dengan cepat meluah disebabkan karena kondisi angin yang kencang.

Upaya Pemadaman Kebakaran Gunung Lawu

Upaya pemadaman atas terjadinya Karhutla Gunung Lawu dilakukan tim gabungan yang menerjunkan ratusan personel. Tim yang tersebut tergabung dari BPBD Jatim, Agen Bencana Jatim, BPBD Magetan, TNI,Polri,Polisi Hutan, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Perhutani KPH Ngawi, Relawan, dan masyarakat.

Tim melakukan pemadaman dengan cara manual, membuat ilaran yaitu penyekatan api disekitar titik api yang tergolong cukup curam. Selain itu BPBD juga menurunkan Helikopter milik BNPB untuk melakukan pemadaman melalui udara (Water Bombing, pada Senin (2/10/2023).

Dari perkiraan sementara untuk luas wilayah yang terbakar sekitar 200 an hektare. Namun untuk penyebab kebakaran tersebut belum diketahui.

Adapun tindak lanjut dari Status Tanggap Bencana yang ditetapkan oleh Pembkab. Petugas sudah mendirikan posko peninjauan di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Pemkab ngawi memberikan fasilitas dapur umum di lingkungan kantor Desa Ngrayudan untuk warga yang terdampak.

Hal yang serupa juga dilakukan Pemkab Magetan. BPBD mendirikan Posko Relawan dan menyediakan Dapur Umum di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Magetan, hal ini dilakukan untuk memantau penanganan karhutla di Gunung Lawu. Posko tersebut merupakan lokasi terdekat dari titik api yaang bisa diakses oleh para petugas dan relawan.

“Terima kasih kepada seluruh relawan yang sudah turun untuk berpartisipasi dalam mengatasi kebakaran hutan di Gunung Lawu. Tetap jaga keamanan yang utama,” ucap PJ Bupati Magetan Hergunadi.

BACA JUGA : Dewan Pengampu PBNU Sudah Dikukuhkan, Kenapa Jokowi ?